Berita

Sosialisasi Pembinaan Desa Siaga Aktif Desa Landungsari

Desa Landungsari mendapat kunjungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang pada hari Selasa (9/10/2018). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Pembinaan Desa Siaga Aktif Tahun 2018, Desa Siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai masalah dan ancaman terhadap kesehatan masyarkat seperti kurang gizi, penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa, kejadian bencana, kecelakaan, dan lain-lain dengan manfaatkan potensi setempat, secara gotong-royong. Desa siaga aktif bertujuan untuk menjadikan masyarakat peduli terhadap masalah kesehatan, tanggap dalam memecahakan masalah-masalah kesehatan secara mandiri yang di wilayahnya dengan memanfaatkan potensi yang mereka miliki sera menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

 

Dalam kunjungan tersebut sosialisasi Pembinaan Desa Siaga ini dihadiri oleh beberapa Perangkat Desa Landungsari, Kabid Kesmas, Kasi Promosi Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dan beberapa tenaga Kesehatan lainya. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Linda Desriwati dalam Pengarahanya  mengatakan pembinaan Desa Siaga dimaksudkan agar masyarakat sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian Luar Biasa kejadian bencana, kecelakaan, dan lain-lain, dengan memanfaatkan potensi setempat, secara gotong royong. ”Pengembangan desa siaga agar masyarakat sehat peduli dan tanggap terhadap masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan di desanya” tambahnya. Program desa siaga bisa dikatakan berhasil jika seluruh komponen masyarakat desa ikut berpartisipasi. Menurutnya program ini harus dilakukan secara terukur dan terencana serta berkelanjutan. Adapula 8 Kriteria Desa Siaga Aktif yang juga telah dipapar kan yaitu;

  1. Kepedulian Pemerintah Desa atau Kelurahan dan pemuka masyarakat terhadap Desa dan Kelurahan Siaga Aktif yang tercermin dari kesadaran dan keaktifan Forum Desa dan Kelurahan.
  2. Keberadaan Kader Pemberdayaan Masyarakat/Kader Kesehatan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif.
  3. Kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar yang buka atau memberikan pelayanan setiap hari.
  4. Keberadaan UKBM yang dapat melaksanakan (a) survailans berbasis masyarakat, (b) kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, (c) penyehatan lingkungan.
  5. Tercakupnya pendanaan untuk pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif dalam Anggaran Pembangunan Desa atau Kelurahan serta dari masyarakat dan dunia usaha.
  6. Peran serta aktif masyarakat dan organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan kesehatan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif.
  7. Peraturan di desa atau kelurahan yang melandasi dan mengatur tentang pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga AKtif.
  8. Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga.

Berdasarkan penjelasan Kepala Desa Saiful Imam menyampikan bahwa Desa Siaga Aktif ini sudah berlangung beberapa tahun yang lalu karena ini merupakan program dari Kabupaten Malang yang dicetuskan pada tahun 2010 ada pun salah satu sumber dana desa Siaga dari masyarakat desa sendiri, dan kepala desa juga mengucapkan terimakasih atas pembinaan ini mudah-mudahan kedepan desa Siaga di Landungsari ini akan lebih baik lagi dan bisa meningkat menjadi desa Siaga Mandiri. Desa Landungsari termasuk Desa Siaga Aktif Mandiri karena telah memiliki kelompok donor darah, ambulan desa, posyandu dan ponkesdes, dan desa telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan kesehatan di desa. Diharapkan Desa Siaga Aktif di Desa Landungsari kegiatannya lebih terkoordinir dan dinaungi dengan produk-produk hukum sehingga kedepan seluruh kegiatan kesehatan di desa dibawah koordinator siaga aktif.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *